Kamis, 14 Februari 2013

Praktek Kerja Industri 2013


I.    Latar  Belakang
Praktik Kerja Industri yang disingkat dengan “prakerin”  merupakan bagian dari program pembelajaran yang harus dilaksanakan oleh setiap peserta didik di Dunia Kerja, sebagai wujud nyata dari pelaksanaan sistim pendidikan di SMK yaitu Pendidikan Sistim Ganda (PSG). Program  prakerin disusun bersama antara sekolah dan dunia kerja dalam rangka memenuhi kebutuhan peserta didik dan sebagai kontribusi dunia kerja terhadap pengembangan program pendidikan SMK. Dengan prakerin peserta didik dapat menguasai sepenuhnya aspek-aspek kompetensi yang dituntut kurikulum, dan di samping itu mengenal lebih dini dunia kerja yang menjadi dunianya kelak setelah menamatkan pendidikannya.
Dalam rangka pengembangan program sekolah menengah kejuruan dan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pelatihan serta menyediakan tenaga kerja yang professional tingkat menengah yang berkualitas perlu berorientasi pada dunia usaha/industri, maka diperlukan program pembinaan dan pengembangan pendidikan sekolah menengah kejuruan yang diupayakan untuk menyiapkan tenaga yang terampil dengan profesionalisme dan etos kerja yang tinggi. Salah satu permasalahan yang dihadapi saat ini adanya pernyataan bahwa kemampuan tamatan sekolah menengah kejuruan belum cukup diakui oleh masyarakat dan dunia usaha/industri sehingga masih ada bahwa tamatan sekolah menengah kejuruan belum siap pakai.
Hal ini terjadi antara lain karena antara sekolah dengan dunia usaha industri belum terjadi “ Link and Mach “ dalam arti belum adanya keterkaitan antara sekolah dengan dunia usaha / industri, dan belum adanya kepadanan antara kurikulum sekolah dengan dunia usaha/industri, seharusnya  antara sekolah menengah kejuruan dan dunia usaha /industri saling mengisi dan saling mendorong  secara integrative untuk memacu produktifitas nasional dalam mengatasi globalisasi yang menuntut keunggulan komperatif dan kompetitif.
Melalui pendekatan “ Link and Match “ dengan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) maka siswa sekolah menengah kejuruan yang dapat mengoptimalkan aktivitas dan dapat mengembangkan sikap professional. Salah satu komponen PSG dalam rangka pengoptimalan dimaksud adalah Praktek Kerja Industri (Prakerin).
II.   Landasan Hukum.
      Pelaksanaan Praktek Kerja Industri (Prakerin) dalam rangka Pendidikan Sistem Ganda (PSG) berdasarkan peraturan perundangan  sebagai berikut :
1.      Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisem Pendidikan Nasional antara lain menyatakan :
a.      Penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan melalui 2 (dua) jalur, yaitu pendidikan sekolah dan jalur pendidikan luar sekolah.
b.      Pengadaan dan pendayagunaan sumber daya pendidikan oleh pemerintah, masyarakat dan atau keluarga peserta didik.
c.       Masyarakat sebagai mitra pemerintah bersempatan yang seluas-luasnya untuk berperan serta dalam penyelenggaraan pendidikan nasional.
2.      PP No. 29 tentang Pendidikan Menengah yang antara lain :
a.   Penyelenggaraan sekolah menengah dapat bekerja sama dengan masyarakat terutama dunia usaha / industri dan para dermawan untuk memperoleh sumber daya dalam rangka menunjang penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan.
b.   Pada sekolah menengah dapat dilakukan uji coba gagasan baru yang diperlukan dalam rangka pengembangan pendidikan menengah.
3.      PP No. 39 tentang peran serta masyarakat dalam pendidikan nasional antara lain menyatakan :
a.   Peran serta masyarakat dapat berbentuk pemberian kesempatan untuk magang dan atau latihan kerja.
b.   Pemerintah dan masyarakat menciptakan peluang yang besar untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam sistem pendidikan nasional.
4.      Kepmendikbud No. 0490/V/1992 tentang sekolah menengah kejuruan yang menyatakan : Kerjasama sekolah menengah kejuruan dengan dunia usaha terutama bertujuan untuk meningkatkan kesesuaian program sekolah menengah kejuruan dengan kebutuhan dunia kerja yang dibutuhkan dengan asas saling menguntungkan.
5.      Kepmendikbud No. 080/V/1993 tentang kurikulum sekolah menengah kejuruan yang menyatakan :
a.   Menggunakan unit produksi sekolah beroperasi secara professional sebagai wahana pelatihan kejuruan.
b.   Melaksanakan sebagai kelompok mata pelajaran kejuruan di sekolah, dan sebagai lainnya di dunia usaha dan industri.
c.   Melaksanakan kelompok mata pelajaran keahlian kejuruan sepenuhnya di masyarakat dunia usaha dan industri.

III. Tujuan Prakerin
  1. Umum
a.   Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional, yaitu tenaga kerja yang memiliki tingkat pengetahuan, keterampilan dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja.
b.   Memperkokoh Link and Match antara sekolah dengan dunia kerja.
c.   Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitas profesional.
d.   Memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai dari proses pendidikan.
  1. K h u s u s.
a.   Peserta pelatihan mengetahui langsung materi pelatihan yang akan diterapkan pada pelaksanaan pendidikan sistem ganda.
b.   Efektifitas kegiatan pelatihan di dunia usaha / industri secara berkala dan bertahap.
c.   Siswa termotivasi untuk sukses dalam belajar karena tujuan menjadi jelas.
d.   Melalui pelatihan di dunia usaha / industri siswa terlibat dan bekerja yang sesungguhnya.
e.   Siswa semakin siap untuk bekerja.

IV.  Desain Program/Pelaksanaan Prakerin
Perancangan program prakerin tidak terlepas dari implementasi silabus ke dalam pembelajaran, yang membutuhkan metode, strategi dan evaluasi pelaksanaan yang sesuai.
Rancangan prakerin sebagai bagian pembelajaran perlu memperhatikan kesiapan Dunia Kerja mitra dalam melaksanakan pembelajaran kompetensi tersebut. Hal ini diperlukan agar dalam pelaksanaannya, penempatan peserta didik untuk prakerin tepat sasaran sesuai dengan kompetensi yang akan dipelajari. Diagram di bawah menunjukkan alur kerja perancangan program prakerin.








Diagram Alir Prakerin

Dari diagram di atas menunjukkan bahwa dalam perancangan program prakerin perlu dilakukan analisis terhadap kemampuan-kemampuan yang harus dikuasai peserta didik berdasarkan tuntutan standar kompetensi/ kompetensi dasar yang tertera dalam silabus. Analisis dimaksudkan untuk mendapatkan informasi kompetensi apa saja yang dapat dipelajari di sekolah dengan fasilitas yang tersedia dan kompetensi apa saja yang dipelajari di dunia kerja.

V.  Pelakasanan Prakerin
      Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Robatal  pada semester Genap tahun pelajaran 2012/2013 melaksanakan Praktek Kerja Industri dalam rangka Pendidikan Sistem Ganda (PSG), untuk memperlancar pelaksanaan tersebut kami menentukan kegiatan sebagai berikut :
  1. Model Pelaksanaan .
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Robatal Sampang dalam pelaksanaan praktek kerja industri menggunakan model atau bentuk Block Release yaitu  disepakati bersama selama 3 (tiga) bulan/semester di dunia usaha/industri dan beberapa hari di sekolah.
  1. Waktu Pelaksanaan.
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Robatal Sampang akan melaksanakan praktek kerja industri sesuai dengan kurikulum KTSP 2008 maka pada tahun pelajaran 2012/2013 nanti pelaksanaannya selama 3 bulan  yaitu mulai tanggal 04 Maret  2013 s/d  31 Mei 2013.
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Robatal Sampang memiliki 2 (dua) program studi studi keahlian :
1.      Program Keahlian Teknik Otomotif
2.      Program Keahlian Tata Busana
Mengingat dunia usaha/industri di sekita Kecamatan Robatal  sangat terbatas, maka untuk penyelenggaraan Praktek Kerja Industri dilaksanakan di Sampang dan di luar Sampang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar